Perbandingan City Cars

KARIMUN  vs  ATOZ  vs  VISTO

Padatnya kondisi lalu lintas kota, sedikit banyak mendorong konsumen mengalihkan pilihan dari kendaraan normal menjadi mobil kota. Tak aneh jika populasi “si kutu” terus bertambah. Saat ini, konsumen dapat memilih salah satu dari sedikitnya 3 merek mobil kota yang populer di pasaran; Hyundai Atoz, Kia Visto, dan Suzuki Karimun. Semuanya sama-sama menjual atribut sebagai mobil kota dengan berbagai keunggulan. Siapa yang memberikan tawaran paling optimal?

MESIN & TRANSMISI

Atoz dan Visto:
Kubu Korea yang diwakili Hyundai Atoz dan Kia Visto, sama-sama memakai mesin tipe Epsilon sehingga karakternya tidak banyak berbeda. Dari sudut rancang bangun, mesin ini tergolong modern karena telah dilengkapi teknologi EFI (electronic fuel injection) dan sistem multi katup (3 katup per silinder). Hasilnya, Atoz dan Visto mampu berakselerasi cukup baik serta mencapai kecepatan puncak lumayan tinggi. Kecuali memiliki performa lebih baik, mesin Epsilon relatif bebas dari gejala tersendat yang biasa terjadi saat AC hidup dan tidak ada gejala “kosong” pada berbagai posisi gigi transmisi. Kedua hal itu memang menjadi masalah utama pada mesin-mesin berkapasitas kecil yang dibebani perangkat AC. Hal lain yang patut diacungi jempol adalah perpindahan dan pengoperasian tuas girbok yang lembut. Lebih lanjut, tersedia 2 varian girbok sesuai kebutuhan; manual 5 kecepatan atau otomatis 4 kecepatan.

Karimun:
Alasan sudah terbukti dan teruji kemampuannya mendorong PT Indomobil Suzuki Internasional, ATPM Suzuki, memilihkan mesin F10A untuk Karimun. Sebelum terpasang di Karimun, mesin F 10 A sudah berbakti pada pikap/minibus Carry ST100 dan jip Jimny & Katana sebagai mesin yang benar-benar tangguh tak perlu dikomentari lagi, sekalipun komposisinya masih konvensional, karena tetap menggunakan karburator dan sistem SOHC 2 katup per silinder yang belum berubah sampai sekarang. Akibat pilihan tersebut, performa F10A tertinggal dari Epsilon sehingga saat AC hidup, daya mesin tersedot cukup banyak akibat tambahan beban yang dibarengi getaran keras. Toh dibanding Epsilon, daya kerja F10A terasa lebih responsif pada putaran bawah terutama gigi 1,2 dan 3, namun mulai kedodoran saat memasuki gigi 4 dan 5. Repotnya, tuas transmisi Karimun agak labil sehingga Anda perlu meluangkan waktu beberapa lama agar terbiasa dan tidak kagok menggunakannya.

Komentar :
Pilih Hyundai Atoz atau Kia Visto jika Anda ingin menikmati mesin yang lebih nyaman dan responsif. Sedangkan Suzuki Karimun memiliki mesin yang terkenal bandel dan mudah dirawat.

INTERIOR

Menurut ukuran orang Asia, dimensi ruang depan ketiga mobil kutu tergolong lapang dan lega. Sebaliknya wilayah kabin belakang terasa sempit sehingga lebih cocok untuk ditempati anak kecil karena ruang kaki sangat terbatas. Bisa saja kursi belakang diduduki penumpang bertubuh besar, asalkan bersedia menekuk kaki sepanjang perjalanan dengan risiko pegal. Tapi harap maklum saja, karena mobil ini mengutamakan kelincahan bermanuver dan fleksibilitas di tengah lalu lintas kota yang padat. Hebatnya, setelah disesaki 5 penumpang, masih tersedia ruang bagasi yang cukup luas. Malah kalau kurang, tinggal melipat kursi belakang untuk menambah volume muatan. Sebagai penjelajah hutan beton, mereka bertiga mempunyai fasilitas standar yang cukup lengkap seperti AC, cup holder, central lock, power steering, dan power window.

Atoz dan Visto:
Tata letak dasbor Atoz dan Visto bak pinang dibelah dua alias sangat mirip dengan nuansa serba bulat. Bedanya, nuansa Atoz terasa lebih mewah daripada Visto. Mulai dari dasbor yang dilengkapi jam digital. Lalu posisi atap yang terasa lebih tinggi. Begitu juga plafon atau bahan pelapis atapnya, terlihat lebih mewah daripada Visto yang memakai Vynil berlubang. Atoz tidak punya glove box, tapi diganti sepasang laci dibawah kursi depan kiri dan kanan. Disain kursi belakang Atoz dibuat terpisah 50 : 50. Untuk memudahkan akses bongkar muat barang, sekat pemisah ruang bagasi dikaitkan dengan tali ke pintu belakang. Bagaimana Visto? Kondisinya berkebalikan dari hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Karimun:
Menampilkan dasbor bergaya serba kotak khas Suzuki. Untuk menyimpan barang, tersedia ruang berupa glove box dan parcel tray sekaligus di sisi kiri dasbor. Dibandingkan kutu Korea, jumlah cup holder Karimun hanya kalah 1 karena Atoz dan Visto juga menyediakannya di konsol tengah. Perbedaan lain, ruang bagasi tidak diberi sekat pemisah atau panel penutup apapun. Seperti Atoz, kursi belakang Karimun juga dipisah 50:50 untuk memudahkan penempatan barang berukuran panjang.

Komentar:
Selera berbicara dan berperan penting di sini. Masalahnya tinggal suka dengan satu pilihan.

SUSPENSI DAN MEKANIKAL

Karena berasal dari satu kandang, konstruksi suspensi Atoz dan Visto juga sejenis; independen McPherson strut di roda depan dan torsion beam 3 link offset untuk roda belakang. Yang unik performa suspensi Atoz serta Visto berbeda jauh. Berdasarkan ujicoba mobilmotor, suspensi Atoz memiliki karakter agak keras untuk mengejar stabilitas pada kecepatan tinggi, dengan konsekuensi kenyamanan berkurang di jalan keriting dan berlubang. Di sisi lain, suspensi Visto terasa empuk, stabil, dan sedikit body roll. Menurut Frans Wibowo, direktur teknik PT KIA Mobil Indonesia, ATPM Kia, hal itu memang disengaja karena sesuai dengan target market (pasar sasaran) Visto, yakni segmen anak muda dan wanita kelas menengah.

Lain lagi rancangan suspensi Karimun yang menggabungkan McPherson strut di depan dan isolated trailing link untuk belakang. Dengan karakter peredaman yang menyerupai sedan, stabilitas Karimun tetap mantap di kecepatan tinggi dan body rollnya sedikit. Guncangan akibat kondisi permukaan jalan yang “jerawatan” dapat diserap dengan baik, malah terasa kelewat empuk.

Komentar:
Kalau Anda menghendaki mobil kota bernuansa sport, pilih Atoz yang memiliki suspensi agak keras sehingga lebih stabil pada kecepatan tinggi. Jika Anda lebih suka kenyamanan, tinggal menimbang nimbang antara Visto dan Karimun. Keduannya sama-sama mempunyai suspensi yang lembut tapi stabil dan bodi rollnya minimal. Bedanya, peredaman Karimun cenderung terlalu lembut. Bahkan dalam beberapa kesempatan uji coba, Karimun bisa dikemudikan hanya dengan satu tangan di roda kemudi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.