Tip membeli mobil bekas

*JANGAN PERNAH MAU UNTUK MELIHAT MOBIL DI SUATU TEMPAT YANG DITENTUKAN PENJUAL (misalnya ketemuan di tengah2). SELALU HANYA LIHAT MOBIL DI LOKASI KEDIAMAN PENJUAL atau SHOWROOM. hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko bahwa mobil itu dulunya ada track record yang buruk, atau bahkan mobil curian atau alat kejahatan, dsb. Kalau penjual bersikeras untuk ketemu di suatu tempat, mending langsung say good bye aja & ga perlu buang2 waktu. Lagipula ga ada salahnya berkorban a few Quids untuk jauh2 liat mobil ke alamat, daripada di kemudian hari menyesal.

*Sebelum pembicaraan berlanjut, terlebih dahulu cek keabsahan mobil tersebut. Cek STNK, BPKB, faktur (kalo mobil CBU), akta jual beli (kalo mobil lokal / CKD), TNKB. Semuanya harus asli, tanpa terkecuali.

*Cek data2 yang terdapat di surat2 di atas, sama yang tertera di mobil, misalnya No rangka & no mesin pada STNK & BPKB harus sesuai satu sama lainnya, juga harus sesuai dengan yang tertera di mobil.

*Kalo ada kecurigaan mengenai keabsahan no rangka atau no mesin, segera tinggalkan mobil itu… ingat, intuisi selalu benar… ciri2nya bisa diperhatiin : no rangka yang “buatan” atau “tambalan” pasti kalo diraba sekelilingnya ada semacam “bekas las2an”, walaupun udah dicat lagi tapi tetep aja ada perbedaan kontiur permukaanya. No rangka yang asli akan sejajar sama sekelilingnya.

*Cek kondisi identitas mobil sesuai dengan yang tertera di halaman 1 BPKB. abpabila diketahui ada perbedaan identitas tanppa ada keterangan di BPKB (misalnya warna asli item berubah jadi silver, aslinya 4 pintu jadi 2 pintu, dll), ga usah buang2 waktu & segera tinggalkan tempat itu.

INGAT, keabsahan administrasi & legalitas sebuah mobil adalah yang paling penting. Ada pelanggaran satu pun, segera tinggalkan mobil itu. Mau si penjual mengutarakan alasan apapun, ga usah didengerin.

*Bagian bodi & chassis mobil. Liat dengan seksama apakah ada karat di bagian chassis… cara paling gampang untuk deteksi karat adalah liat di bagian lis kaca depan-samping-belakang, di bawah bagasi (tempat ban serep) dan di kolong mobil.  Kalo ada karat berarti bisa dipastikan pemilik sebelumnya jorok, dan atau mobil itu pernah kena benturan yang membuka lapisan logam & merusak lapisan anti karat, yang akan rentan berkarat.

*Usahakan mencari mobil dengan bodi yang utuh & orisinil, tanpa modifikasi apapun, dan pehatiin “nut” (lekukan) bodi harus masih lurus. Usahakan pula mencari mobil yang cat nya masih orisinil, karena sejujurnya, lebih baik beli mobil yang cat nya udah usang atau kusam tapi omasih orisinil, ketimbang cat nya mengkilap tapi sudah repaint. karena kalo untuk repaint, kita harus tau dengan mata kepala kita sendiri bagaimana hasil kerjanya.

*Oke lah kalo masih bersikukuh dengan cat repaint. Fine, nothing wrong with that. Tapi pastikan warna setelah repaint sama persis atau similar dengan warna aslinya. Hal ini akan berkaitan dengan keabsahan STNK. Jangan pernah ambil mobil yang warna asli & warna repaint nya beda tanpa ada keterangan di BPKB.

*Mesin, usahakan kondisi mesin masih prima, keempat silinder masih bekerja dengan baik dengan pressure yang sama (diukur pake pressure gauge lewat lobang busi). Pengapian (koil & kabel busi) dalam kondisi baik. Cek juga kebocoran yang ada apabila ruang mesin keliatan “basah” oli. Kebocoran di ruang mesin biasanya disebabkan :
1. gasket (paking) antara silinder sama kepala silinder, karena di sambungan ini ada jalur oli dari crankshaft di crankcase untuk disirkulasiin melalui klep kembali lagi ke crankcase. Kalo ini ada kebcoran, berarti harus turun mesin 1/2 untuk ganti gasket cylinder + gasket head + seal klep.
2. gearbox. kebocoran gearbox harus diliat dengan cara ngolong, yaitu liat di bagian antara sambungan gearbox sama rumah kopling. kebocoran biasanya terjadi karena gearbox gasket yang udah jelek, karena selama ini males ganti oli transmisi manual (untuk mobil M/T), jadi gearbox menahan panas & getaran hanya dilindungi oleh oli yang tua & udah jelek.
3. pompa & selang power steering. pompa power steering jarang bocor (kecuali kalo pemilik sebelumnya kebangetan sampe oli power steering nya kering). Yang paling sering menyebabkan kebocoran adalah selang power steering yang ada 2 jenis : hi-pressure & low-pressure. kalo bocor, ya harus ganti selang power steering.
4. master rem. kalo yang ini biasanya disebabkan karena seal master rem ya udah getas & jelek, sehingga udah ga kuat nahan tekanan hidraulik dari minyak rem. Kalo udah begini, solusi yang paling bijaksana adalah ganti master rem, daripada cuma diakalin ganti seal malah ga maksimal… inget ini rem, menyangkut nyawa… mendingan mobil ga bisa jalan daripada ga bisa ngerem..

*Transmisi, untuk transmisi manual, pastiin kopling masih bekerja dengan baik. caranya adalah masukin gigi 1 pada kondisi diam, lalu injek rem dalem, sambil dilepas koplingnya… kalo mobil perlahan2 mati sembari ada gaya tolak mobil ke depan, berarti kopling masih berfungsi dengan baik. permasalahan palingan pada kampas kopling + matahari yang udah mulai abis, so it should be a general replacement. FYI, umur kopling bisa sampe 50-60rb km. Cek juga bushing transmission lever… pas gearshift lever ada di posisi netral, gerak-gerakin ke kiri & ke kanan. seharusnya ga boleh ada gerakan oglak-oglek. Kalo oglak-oglek, berarti bushing transmisinya udah jelek.

Untuk transmisi matic, awalnya tanya dulu sama pemiliknya, setiap berapa km dia ganti oli matic, dan setiap berapa km dia kuras oli matic, dan pake ATF apa??? kalo si penjual keliatan bingung jawabnya, atau keliatan ga ngerti interval yang baik, segera tinggalin tempat itu karena anda cuma akan dapat masalah di transmisi matic nya. Kunci dari gimana transmisi matic bisa awet adalah kesadaran dari pemilik atas pentingnya ATF. FYI, interval penggantian oli ATF adalah 10-15rb km, dan untuk kuras oli matic sekitar 20rb km.

*Wiring & kelistrikan. Usahakan hanya cari mobil yang wiring & kelistrikannya masih standar & ga pernah dimodifikasi dengan cara apapaun. Karena kalo udah bermasalah, akan setengah mati nyari sumber failure nya, harus ngurut kabel, dan beresiko jadi pemicu korsleting & keabakaran pada kabel yang terkelupas atau kebuka sambungannya.

*Kaki-kaki & suspensi. pertama cek shockbreaker. shock yang udah jelek pasti ada semacam leleran oli, itu tandanya shock udah bocor. gejalanya adalah mobil jadi lebih rendah dan jadi ajrut2an pas dibawa. yang kedua, pas test ngebut, coba direm. kalo pedal rem + setir jadi bergetar, berarti piringan cakram rem depan bergelombang & ga rata, biasanya disebabkan karena kampas rem yang udah tipis masih dipaksa untuk ngerem, akibatnya justru menggerus permukaan cakram.

sebetulnya ada cara yang lebih gampang untuk cek kaki2. mobil yang kaki2nya masih bagus, tingkat keausan ban di keempat rodanya pasti similar. karena itu, hindari ambil mobil yang ban nya lain2 merek antara depan-belakang-kiri-kanan, karena itu jadi indikator bahwa ada yang ga beres dengan kaki2nya. SELALU hanya ambil mobil yang keempat bannya sama persis, baik dari merek, ukuran, tingkat keausan, kode produksi, dll.

Okay, I don’t know shits about cars, nothing about engines, nothing about gearbox, and so. What should I do to avoid dodgy-crappy car??? Kalo kondisinya gini, spare lah sekitar 100rb sampe 200rb untuk bawa mobil itu ke BeRes Hyundai, bilang : “mas minta general check soalnya ini mobil second, sama sekalian cek apa aja yang udah harus ganti atau ada kerusakan apa.” Ingat, penjual yang baik ga akan keberatan diajak ke BeRes untuk inspeksi mobilnya.. penjual yang enggan atau keliatan keberatan, boleh dicurigain nyembunyiin sesuatu.

Advertisements
Posted in Tip. 4 Comments »

Kiat Mengendarai Mobil Matic

Banyak orang yang merasa mahir dalam menggunakan transmisi otomatis padahal dasar-dasar penggunaan transmisi ini belum 100% ia pahami, sehingga ia tidak mau bertanya lagi kepada orang sekitar yang sudah mengerti agar ia tidak dikira orang yang belum mengerti tentang transmisi otomatis. Pada dasarnya penggunaan transmisi otomatis hampir sama dengan transmisi manual. Yang membedakannya ialah kehadiran kopling pada transmisi manual. Cara-cara aman sebelum menjalankan mobil ber-transmisi otomatis sebagai berikut:

1. Sebelum memutar kunci kontak pastikan tuas transmisi berada pada posisi “P” (Tetapi biasanya transmisi otomatis modern memiliki teknologi yaitu, kunci kontak tidak dapat di cabut kalau tuas belum berada di posisi P).
2. Putar kunci kontak pada posisi “ON” sebelum di putar lagi hingga posisi “Start” biasanya mobil-mobil modern memiliki ECU (Electronic Control Unit) atau biasa disebut otak komputer pada mobil. Tugas ECU ini sebelum mobil menyala adalah menyiapkan perangkat-perangkat pada mesin mobil seperti ABS, Radiator, AirBag dll melalui lampu indokator yang terdapat pada dashboard mobil. Setelah lampu indikator padam (tunggu beberapa detik) baru anda dapat memutar kunci kontak ke posisi “Start” sampai mesin mobil hidup.
3. Setelah mesin mobil menyala dan anda akan berangkat pastikan anda menginjak pedal rem hingga penuh setelah itu baru anda geser tuas ke posisi “R” untuk mundur atau “D” untuk maju. Hal ini harus dilakukan agar tuas dapat digeser (standard keamanan dari pabrik).
4. Setelah digeser keposisi “D” atau “R” lepas pedal rem dari injakan kaki anda. Setelah anda lepas pedal rem selanjutnya anda nonaktifkan parking brake.
5. Setelah mobil berjalan pada posisi “D” perhatikan lampu indiaktor yang bertuliskan O/D (ada beberapa mobil yang mengaplikasikan teknologi ini ada pula yang tidak.
6. Bila dalam perjalanan anda menemui halangan yang membuat anda berhenti cukup lama (Seperti lampu merah) usahakan menggeser tuas ke posisi “N”. Hal ini dilakukan untuk menghemat kopling dan BBM.
7. Pada mobil Daihatsu Terios terdapat huruf “L/1″ posisi itu gunanya untuk melahap jalanan menanjak. Ibaratnya bila pada transmisi manual ini disebut gigi 1.
8. Sebelum membawa mobil ke jalan raya, pastikan anda dapat memperkirakan luaran tenaga sesuai injak pedal gas agar mobil dapat dikendalikan dengan aman.

Tabel Penggantian Oli

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klik Tabel  untuk memperbesar.

Perawatan Transmisi Automatic

Mengemudi di jalanan Ibu Kota yang kian macet paling enak menggunakan mobil berpersneling otomatis. Kaki tidak harus pegal menginjak pedal kopling. Namun, sebagian orang malah takut atau justru terlena memakai mobil otomatis.Hampir setiap mobil keluaran baru selalu menawarkan dua pilihan persneling atau transmisi, yakni manual dan otomatis (automatic transmission sering disingkat matic atau matik). Dengan transmisi manual, pengemudi harus menginjak pedal kopling sebelum memindah gigi persneling. Sementara dengan transmisi matik, mereka hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling berpindah secara otomatis. 

Sebagian orang enggan membeli mobil matik karena takut mitos perawatan mahal dan jika rusak tak banyak bengkel yang bisa
memperbaiki. “Pendapat ini tak salah karena faktanya di Indonesia belum banyak yang bisa memperbaiki transmisi matik,” ujar Ricky Ricardo Dipl. Ing, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Ricardo Matic di Cikokol, Tangerang.
Namun, mitos itu baru benar bila persneling matik dibiarkan rusak karena tak tahu cara merawat. “Perawatan mobil matik justru bisa lebih murah daripada manual kalau dilakukan dengan benar. Pada mobil manual, kopling set persneling rata-rata harus ganti setiap dua tahun. Sedangkan mobil matik umurnya bisa lebih lima tahun, bergantung pada pemakaian,” kata Tunjung Pangajom, Asisten Manajer Parts and Service PT Mazda  Motor Indonesia, agen tunggal merek Mazda di Indonesia.
Terlena
Sebaliknya, orang yang sudah merasakan kenyamanan mobil matik biasanya terlena. Apalagi dengan iming-iming bahasa pemasaran tentang  transmisi otomatis “bebas perawatan” atau “berumur seumur hidup”, pemakai mobil matik bisa enggan merawat persneling mobil. “Setiap benda buatan manusia pasti ada umur pakainya. Sebagus apa pun transmisi matik kalau dipakai terus-menerus pasti aus, apalagi kalau pemakaiannya tak benar,” ujar Ricky.
Salah satu perawatan mendasar yang jarang diperhatikan adalah penggantian oli secara rutin. Padahal, oli transmisi otomatis(automatic transmission fluid/ATF) adalah komponen vital dalam sistem transmisi matik. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli juga berperan sebagai penerus daya gerak mesin. Dosen Jurusan D3 Otomotif Institut Teknologi Indonesia, Serpong, itu menambahkan, sekitar 85 persen kerusakan persneling matik yang masuk bengkelnya karena kelalaian mengganti oli. “Sepuluh persen sisanya karena faktor usia dan lima persen sebab kesalahan pemakaian,” ujarnya.
Salah satu kesalahan fatal pengguna mobil matik adalah termakan bahasa iklan, transmisi otomatis tak perlu ganti oli “seumur hidup” (lifetime). “Iklan itu tak salah. Namun yang perlu dicermati adalah arti  kalimat ‘seumur hidup’. Ini bukan berarti ‘umur hidup’ pemakainya, tetapi ‘umur hidup’ mobil,” kata Ricky.
Bila mobil dirancang memiliki ‘umur hidup’ enam tahun, oli transmisi matik-bahkan transmisinya sendiri-didesain untuk bertahan
selama enam tahun. “Kalau mau berusia lebih panjang dari lifetime itu, ya harus dirawat rutin,” tandasnya.
Tunjung menambahkan, salah kaprah pemahaman lain adalah menganggap transmisi otomatis tak dilengkapi kopling dan kanvas kopling lagi. “Padahal, di transmisi matik jumlah kanvas koplingnya justru lebih banyak dibandingkan dengan transmisi manual,” ujarnya.
Kanvas-kanvas kopling ini akan saling bergesekan pada saat persneling bekerja menggerakkan mobil. Dari gesekan tersebut, timbul serpihan serbuk halus. Makin tua umur oli, makin berkurang kekentalan dan viskositasnya. Gesekan antarkanvas kopling makin keras dan makin banyak serpihan yang dihasilkan. “Lama-lama serbuk itu menyumbat filter oli sehingga oli tak bersirkulasi sempurna dan kanvas kopling saling bergesekan langsung tanpa dilumasi oli,” tutur Ricky.
Tanda-tanda mulai terjadi kerusakan transmisi matik adalah gejala kopling selip, yang terlihat dari tak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil. Mesin sudah meraung di putaran tinggi, tetapi mobil tak berjalan dengan laju seimbang. Perpindahan gigi persneling juga mengentak, tak halus seperti biasa. “Bisa dicek dengan memasukkan persneling ke posisi D atau R, lalu rem dilepas. Dalam kondisi sehat, mobil langsung bergerak. Bila tidak, patut dicurigai ada masalah di transmisi matik,” katanya.
Sedangkan Tunjung menganjurkan pemeriksaan kondisi oli transmisi otomatis secara rutin, juga pada mobil baru. “Bila volume oli berkurang atau oli bau gosong, segera bawa mobil ke bengkel,” ujarnya.
Rutin
Pemeriksaan kondisi dan volume oli mobil bisa dilakukan dengan melihat tongkat pengukur (dipstick) yang terletak di ruang mesin di atas bak persneling (gearbox). Pada beberapa tipe mobil lain, terutama buatan Eropa seperti Audi, pemeriksaan dilakukan lewat lubang di bawah gearbox. Untuk itu, mobil harus diangkat hingga ketinggian tertentu sehingga orang bisa masuk kolong mobil.
Ricky menganjurkan setiap pemilik mobil matik mengganti oli transmisi setiap 5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu, setiap 20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti penggantian filter oli transmisi. “Tujuannya, mengeluarkan serpihan-serpihan itu,” ujar Ricky yang juga membuka Sekolah Transmisi Otomatis bagi mekanik, pemilik  bengkel, dan guru otomotif ini.

Biaya ganti dan kuras oli matik relatif lebih mahal dibandingkan dengan manual. Pada mobil manual, setiap penggantian oli persneling rata-rata membutuhkan biaya Rp 90.000, sedangkan matik mencapai Rp 150.000-Rp 200.000. Untuk pengurasan bisa sampai Rp 500.000. Mungkin harga itu sebanding dengan kenyamanan mengemudi mobil matik di jalan macet. Lebih baik Anda mengeluarkan uang untuk perawatan rutin daripada merogoh dompet hingga jutaan rupiah guna perbaikan transmisi matik yang rusak. “Biaya overhaul transmisi matik rata-rata Rp 3-5 juta. Itu baru ongkos jasa, belum termasuk penggantian onderdil yang jauh lebih besar. Untuk mobil Eropa, penggantian gearbox matik bisa mencapai Rp 60 juta,” paparnya.

Perbandingan City Cars

KARIMUN  vs  ATOZ  vs  VISTO

Padatnya kondisi lalu lintas kota, sedikit banyak mendorong konsumen mengalihkan pilihan dari kendaraan normal menjadi mobil kota. Tak aneh jika populasi “si kutu” terus bertambah. Saat ini, konsumen dapat memilih salah satu dari sedikitnya 3 merek mobil kota yang populer di pasaran; Hyundai Atoz, Kia Visto, dan Suzuki Karimun. Semuanya sama-sama menjual atribut sebagai mobil kota dengan berbagai keunggulan. Siapa yang memberikan tawaran paling optimal?

MESIN & TRANSMISI

Atoz dan Visto:
Kubu Korea yang diwakili Hyundai Atoz dan Kia Visto, sama-sama memakai mesin tipe Epsilon sehingga karakternya tidak banyak berbeda. Dari sudut rancang bangun, mesin ini tergolong modern karena telah dilengkapi teknologi EFI (electronic fuel injection) dan sistem multi katup (3 katup per silinder). Hasilnya, Atoz dan Visto mampu berakselerasi cukup baik serta mencapai kecepatan puncak lumayan tinggi. Kecuali memiliki performa lebih baik, mesin Epsilon relatif bebas dari gejala tersendat yang biasa terjadi saat AC hidup dan tidak ada gejala “kosong” pada berbagai posisi gigi transmisi. Kedua hal itu memang menjadi masalah utama pada mesin-mesin berkapasitas kecil yang dibebani perangkat AC. Hal lain yang patut diacungi jempol adalah perpindahan dan pengoperasian tuas girbok yang lembut. Lebih lanjut, tersedia 2 varian girbok sesuai kebutuhan; manual 5 kecepatan atau otomatis 4 kecepatan.

Karimun:
Alasan sudah terbukti dan teruji kemampuannya mendorong PT Indomobil Suzuki Internasional, ATPM Suzuki, memilihkan mesin F10A untuk Karimun. Sebelum terpasang di Karimun, mesin F 10 A sudah berbakti pada pikap/minibus Carry ST100 dan jip Jimny & Katana sebagai mesin yang benar-benar tangguh tak perlu dikomentari lagi, sekalipun komposisinya masih konvensional, karena tetap menggunakan karburator dan sistem SOHC 2 katup per silinder yang belum berubah sampai sekarang. Akibat pilihan tersebut, performa F10A tertinggal dari Epsilon sehingga saat AC hidup, daya mesin tersedot cukup banyak akibat tambahan beban yang dibarengi getaran keras. Toh dibanding Epsilon, daya kerja F10A terasa lebih responsif pada putaran bawah terutama gigi 1,2 dan 3, namun mulai kedodoran saat memasuki gigi 4 dan 5. Repotnya, tuas transmisi Karimun agak labil sehingga Anda perlu meluangkan waktu beberapa lama agar terbiasa dan tidak kagok menggunakannya.

Komentar :
Pilih Hyundai Atoz atau Kia Visto jika Anda ingin menikmati mesin yang lebih nyaman dan responsif. Sedangkan Suzuki Karimun memiliki mesin yang terkenal bandel dan mudah dirawat.

INTERIOR

Menurut ukuran orang Asia, dimensi ruang depan ketiga mobil kutu tergolong lapang dan lega. Sebaliknya wilayah kabin belakang terasa sempit sehingga lebih cocok untuk ditempati anak kecil karena ruang kaki sangat terbatas. Bisa saja kursi belakang diduduki penumpang bertubuh besar, asalkan bersedia menekuk kaki sepanjang perjalanan dengan risiko pegal. Tapi harap maklum saja, karena mobil ini mengutamakan kelincahan bermanuver dan fleksibilitas di tengah lalu lintas kota yang padat. Hebatnya, setelah disesaki 5 penumpang, masih tersedia ruang bagasi yang cukup luas. Malah kalau kurang, tinggal melipat kursi belakang untuk menambah volume muatan. Sebagai penjelajah hutan beton, mereka bertiga mempunyai fasilitas standar yang cukup lengkap seperti AC, cup holder, central lock, power steering, dan power window.

Atoz dan Visto:
Tata letak dasbor Atoz dan Visto bak pinang dibelah dua alias sangat mirip dengan nuansa serba bulat. Bedanya, nuansa Atoz terasa lebih mewah daripada Visto. Mulai dari dasbor yang dilengkapi jam digital. Lalu posisi atap yang terasa lebih tinggi. Begitu juga plafon atau bahan pelapis atapnya, terlihat lebih mewah daripada Visto yang memakai Vynil berlubang. Atoz tidak punya glove box, tapi diganti sepasang laci dibawah kursi depan kiri dan kanan. Disain kursi belakang Atoz dibuat terpisah 50 : 50. Untuk memudahkan akses bongkar muat barang, sekat pemisah ruang bagasi dikaitkan dengan tali ke pintu belakang. Bagaimana Visto? Kondisinya berkebalikan dari hal-hal yang telah disebutkan di atas.

Karimun:
Menampilkan dasbor bergaya serba kotak khas Suzuki. Untuk menyimpan barang, tersedia ruang berupa glove box dan parcel tray sekaligus di sisi kiri dasbor. Dibandingkan kutu Korea, jumlah cup holder Karimun hanya kalah 1 karena Atoz dan Visto juga menyediakannya di konsol tengah. Perbedaan lain, ruang bagasi tidak diberi sekat pemisah atau panel penutup apapun. Seperti Atoz, kursi belakang Karimun juga dipisah 50:50 untuk memudahkan penempatan barang berukuran panjang.

Komentar:
Selera berbicara dan berperan penting di sini. Masalahnya tinggal suka dengan satu pilihan.

SUSPENSI DAN MEKANIKAL

Karena berasal dari satu kandang, konstruksi suspensi Atoz dan Visto juga sejenis; independen McPherson strut di roda depan dan torsion beam 3 link offset untuk roda belakang. Yang unik performa suspensi Atoz serta Visto berbeda jauh. Berdasarkan ujicoba mobilmotor, suspensi Atoz memiliki karakter agak keras untuk mengejar stabilitas pada kecepatan tinggi, dengan konsekuensi kenyamanan berkurang di jalan keriting dan berlubang. Di sisi lain, suspensi Visto terasa empuk, stabil, dan sedikit body roll. Menurut Frans Wibowo, direktur teknik PT KIA Mobil Indonesia, ATPM Kia, hal itu memang disengaja karena sesuai dengan target market (pasar sasaran) Visto, yakni segmen anak muda dan wanita kelas menengah.

Lain lagi rancangan suspensi Karimun yang menggabungkan McPherson strut di depan dan isolated trailing link untuk belakang. Dengan karakter peredaman yang menyerupai sedan, stabilitas Karimun tetap mantap di kecepatan tinggi dan body rollnya sedikit. Guncangan akibat kondisi permukaan jalan yang “jerawatan” dapat diserap dengan baik, malah terasa kelewat empuk.

Komentar:
Kalau Anda menghendaki mobil kota bernuansa sport, pilih Atoz yang memiliki suspensi agak keras sehingga lebih stabil pada kecepatan tinggi. Jika Anda lebih suka kenyamanan, tinggal menimbang nimbang antara Visto dan Karimun. Keduannya sama-sama mempunyai suspensi yang lembut tapi stabil dan bodi rollnya minimal. Bedanya, peredaman Karimun cenderung terlalu lembut. Bahkan dalam beberapa kesempatan uji coba, Karimun bisa dikemudikan hanya dengan satu tangan di roda kemudi.